Total PENGUNJUNG

Senin, 16 Juli 2012

Pengaruh Motif Pembelian Terhadap Keputusan Beli Konsumen Jasa Pengiriman Paket pada PT. Pos Indonesia (Persero)

oleh : Nisa Sofia & Kanaidi - 2012

Dalam hal pengiriman paket, penyedia jasa dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas layanan melalui perluasan jangkauan, peningkatan kecepatan waktu tempuh, keterjaminan keamanan serta kesigap-tanggapan dalam pelayanan. Kesemuanya itu disinyalir akan mempengaruhi motif pembelian konsumen dalam memutuskan jasa pengiriman paket yang akan dipilihnya. Peningkatan layanan untuk menyikapi persaingan yang semakin komperatif, ditunjukkan oleh berbagai perusahaan jasa pengiriman barang, termasuk pihak swasta, baik dalam skala domestik atau pun internasional, yang banyak tumbuh dewasa ini.

. . . . . . . . . . . . . (baca selengkapnya)

Artikel Lengkap dikompilasi oleh/ HUBUNGI :
Jln. Sariasih No. 54 BANDUNG 40151
HP. 08122353284 - 087822984716  Telp/Fax. 022-4267749
PIN BBm : 27CBC148      
-------------------------------------------------------------

Kamis, 11 Agustus 2011

JUAL CEPAT Rumah di "Puri Margawangi" Kota BANDUNG

DIJUAL CEPAT (TANPA PERANTARA) sebuah Rumah Di Kota BANDUNG:

Alamat : "Puri Margawangi" Jl. Margawangi Raya No 1 RT 05/17 Kel Margawangi Margacinta - Bandung
Luas Rmh : 114 M
Kondisi : Layak huni/Permanen (3 Kamar Tidur, 1 RUtama, 1 RKeluarga, 2 Kamar Mandi, Dapur),
Lokasi Strategis (Dekat dengan Masjid, Dekat ke Pertokoan/Pasar, / Bank-Bank / Taman)
Fasilitas : Telpon, Jetpam, PLN 2.200KWh, Water Heater, Garasi Luas.
Cocok Utk : Rumah Tinggal


Contact : Mela (085222949788) & KEN Kanaidi (0812 2353 284)
e-mail : netkas_mela@yahoo.com

e-mail : kana_ati@yahoo.com

Customer Trust in the Salesperson: An Integrative Review and Meta-Analysis of the Empirical Literature

by : John E. Swan, Michael R. Bowers & Lynne D. Richardson
(Published : Journal of Business Research , Vol.44, issue 2, February 1999, Pages 93-107)

Abstract

The development of trust between salespeople and their customers has traditionally been considered a critical element in developing and maintaining a successful sales relationship. This article presents the first comprehensive literature review and meta-analysis of the antecedents of trust and consequences of trust in a sales context. A summary conclusion is that trust has a moderate but beneficial influence on the development of positive customer attitudes, intentions, and behavior. Another conclusion is that salespeople have modest influence over the development of trust between themselves and their customers. A comprehensive model of the role of trust in sales is presented. Directions for future research are identified.

Article Outline

Methode
  • Locating Research Results
  • Data Collection and Analysis
  • Independent and Dependent Variables
  • Analitical Approach
Definition Issues in Customer Trust of Salesperson
  • Trust Defined
  • Generalizations from the Literature
  • Underdeveloped Issues
  • etc
Measurement Issues in Studies of Customer Trust
  • Trust Measures: Levels of Abstraction, Trust Components
  • Meeting Psychometric Criteria
  • Sampling Differences in Reliability
  • Trust Measurement in Experimental Studies
Meta-Analysis of Trust in Salesperson and Customer Relationships
  • Determinants of Trust
  • Summary Determinants of Trust
  • Consequences of Trust
  • Discussion of Meta-Analysis
  • etc
Discussion and Implications

Refferences.....  . . . . . . . . . . . . (baca selengkapnya)

Artikel Lengkap dikompilasi oleh/ HUBUNGI :
Jln. Sariasih No. 54 BANDUNG 40151
HP. 08122353284 - 087822984716  Telp/Fax. 022-4267749
PIN BBm : 27CBC148      
-------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------
Butuh Jurnal/Artikel Lainnya?,
click di :


Senin, 06 Juni 2011

ANALISIS PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KOMITMEN TERHADAP KEDEKATAN HUBUNGAN DAN INOVASI DALAM UPAYA PENCAPAIAN KEUNGGULAN BERSAING BERKELANJUTAN

(Studi Empirik Pada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan di Semarang)
Oleh : Sumarsono
Publikasi pada: JURNAL SAINS PEMASARAN INDONESIA Volume VI, No. 3, Desember 2007, halaman 347 - 360

Abstraksi
Banyaknya PPJK yang gulung tikar karena ketidaksanggupan dalam bersaing menunjukkan bahwa perlu diadakan penelitian yang mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keunggulan bersaing berkelanjutan. Data dikumpulkan dari 100 responden yang berasal dari seluruh pimpinan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) Semarang, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis SEM dengan program AMOS 4.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, sehingga model tersebut dapat menggambarkan hubungan kausalitas yang terjalin antar variabel. Dalam penelitian ini juga menghubungkan hasil penelitian ini terhadap implikasi teoritis maupun manajerial. Implikasi manajerial merekomendasikan kepada PPJK Semarang untuk meningkatkan keunggulan bersaing berkelanjutan melalui pengembangan hubungan dekat dengan konsumen dan melakukan inovasi yang berkelanjutan. Keterbatasan dari penelitian ini dan agenda penelitian mendatang dapat digunakan sebagai referensi oleh peneliti berikutnya.
Kata Kunci: Kepercayaan, Komitmen, Kedekatan Hubungan, Inovasi dan Keunggulan Bersaing Berkelanjutan

Sejak tahun 1980-an perekonomian dunia menuju kearah globalisasi. Hal ini ditandai adanya liberalisasi perdagangan internasional dan regionalisasi ekonomi, antara lain: European Single Market (ESM), The Asia Pacific Economic Community (APEC), The Asean Free Trade Area (AFTA). Kondisi tersebut menimbulkan lingkungan bisnis yang lebih bersaing tidak sekedar dalam tataran nasional atau regional, tetapi lebih jauh lagi yaitu adanya persaingan di tingkat global. Sejalan dengan kondisi tersebut, penguasaan faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, alam dan modal (comparative advantage) yang sebelumnya dapat digunakan sebagai tameng sekaligus senjata bagi perusahaan untuk memenangkan persaingan, tidak lagi merupakan basis yang cukup kuat bagi perusahaan.
Globalisasi telah mengubah segala sesuatu yang membatasi menjadi lepas tak terbendung. Setiap perusahaan akan dengan mudah memperoleh sumber daya yang diinginkan kapan dan dimanapun sumber daya tersebut tersedia. Pada perkembangan selanjutnya setiap perusahaan yang akan bersaing pada kompetisi global harus memiliki keunggulan bersaing berkelanjutan (sustainable competitive advantage) sekaligus mampu membangun hubungan baik dengan konsumen lewat kepercayaan, komitmen dan kedekatan hubungan.
Kompetisi dapat menghasilkan dua konsekuensi bagi perusahaan, yaitu kesuksesan dan kegagalan. Dengan demikian setiap perusahaan saling berlomba untuk melakukan perubahan setiap waktu agar barang atau jasa yang dihasilkan tidak tertinggal dari pesaing. Kandapully dan Duddy (1999) mengemukakan bahwa dalam mencapai keunggulan bersaing, perusahaan hendaknya mengubah pendekatan terhadap konsumen, dari pendekatan tradisional yang menekankan pada orientasi penjualan ke pendekatan relationship marketing yang mengedepankan hubungan baik dengan konsumen.
Slater and Narver (1994) mengungkapkan bahwa dalam mencapai keunggulan bersaing perusahaan hendaknya . . . . .. . . . . . . . . . . . . (baca selengkapnya)

Artikel Lengkap dikompilasi oleh/ HUBUNGI :
Jln. Sariasih No. 54 BANDUNG 40151
HP. 08122353284 - 087822984716  Telp/Fax. 022-4267749
PIN BBm : 27CBC148      
-------------------------------------------------------------

Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :

Senin, 30 Mei 2011

PENGARUH DIMENSI KEPERCAYAAN (TRUST) TERHADAP PARTISIPASI PELANGGAN E-COMMERCE (Studi Pada Pelanggan E-Commerce Di Indonesia)

oleh : AINUR ROFIQ - 2007

Ringkasan
Transaksi melalui e-commerce memiliki potensi resiko yang cukup tinggi. Oleh karena itu faktor kepercayaan (trust) pelanggan terhadap vendor menjadi faktor kunci dalam e-commerce. Indonesia sebagai negara sedang berkembang dan baru sekitar lima tahun terakhir mengadopsi e-commerce, tentunya memiliki beberapa perbedaan dengan negara-negara maju yang telah lama mempraktikkannya.
Perbedaan tersebut setidaknya menyangkut masalah regulasi, perangkat hukum, dan perilaku konsumen. Berkaitan dengan praktek e-commerce di Indonesia yang relatif masih baru tersebut, fenomena yang menarik untuk diteliti adalah sejauhmana kepercayaan (trust) pelanggan terhadap vendor e-commerce dan bagaimana pengaruhnya terhadap tingkat partisipasi pelanggan dalam e-commerce.
Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh variabel kemampuan (ability), kebaikan hati (benevolence), dan integritas (integrity) vendor terhadap kepercayaan (trust) pelanggan e-commerce di Indonesia; (2) menganalisis pengaruh variabel kemampuan (ability), kebaikan hati (benevolence), dan integritas (integrity) vendor terhadap tingkat partisipasi pelanggan e-commerce di Indonesia; dan (3) menganalisis pengaruh variabel kepercayaan (trust) terhadap tingkat partisipasi pelanggan e-commerce di Indonesia.
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel pengguna e-commerce di Indonesia. Instrumen utama pengumpulan data berupa kuesioner dan diukur dengan skala likert. Kuesioner dikirim ke responden melalui mailing list. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 152 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM).
Dari ketiga variabel prediktor yang mempengaruhi kepercayaan (trust) pelanggan, yaitu kemampuan (ability), kebaikan hati (benevolence), dan integritas (integrity) vendor, ternyata hanya variabel integritas (integrity) vendor yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan. Sedangkan variabel prediktor yang mempengaruhi variabel partisipasi (participation) pelanggan dalam e-commerce, yaitu kemampuan (ability), kebaikan hati (benevolence), dan integritas (integrity) vendor serta kepercayaan (trust) pelanggan, ternyata hanya variabel integritas (integrity) vendor dan kepercayaan (trust) pelanggan yang memiliki pengaruh positif dan signifikan. Dengan demikian, integritas (integrity) vendor dan kepercayaan (trust) pelanggan merupakan variabel yang sangat penting dalam mempengaruhi partisipasi pelanggan e-commerce di Indonesia.
Kata-kata kunci: e-commerce, participation, trust, ability, benevolence, integrity

1.1. Latar Belakang

Internet merupakan sarana elektronik yang dapat dipergunakan untuk berbagai aktivitas seperti komunikasi, riset, transaksi bisnis dan lainnya. Sejak diperkenalkan pada tahun 1969 di Amerika Serikat, internet mengalami perkembangan yang luar biasa. Apalagi dengan diperkenalkannya teknologi World Wide Web (WWW), semakin menambah sempurnanya teknologi tersebut (McLeod dan Schell, 2004:64). Teknologi internet menghubungkan ribuan jaringan komputer individual dan organisasi di seluruh dunia. Setidaknya ada enam alasan mengapa teknologi internet begitu populer. Keenam alasan tersebut adalah internet memiliki konektivitas dan jangkauan yang luas; dapat mengurangi biaya komunikasi; biaya transaksi yang lebih rendah; dapat mengurangi biaya agency; interaktif, fleksibel, dan mudah; serta memiliki kemampuan untuk mendistribusikan pengetahuan secara cepat (Laudon dan Laudon, 2000:300).
Penggunaan internet untuk aktivitas transaksi bisnis dikenal dengan istilah Electronic Commerce (e-commerce) (McLeod dan Schell, 2004:49). Menurut Indrajit (2001:2), karakteristik e-commerce terdiri atas .................. . . . . . . . . . . . . (baca selengkapnya)

Artikel Lengkap dikompilasi oleh/ HUBUNGI :
Jln. Sariasih No. 54 BANDUNG 40151
HP. 08122353284 - 087822984716  Telp/Fax. 022-4267749
PIN BBm : 27CBC148      
-------------------------------------------------------------
Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :

Building Trust in the Workplace

by: Olivier Serrat
Published by : Knowledge Solutions, August 2009, 57. pp. 1-5

"Workplace dynamics make a significant difference to people and the organizations they sustain. High-performance organizations earn, develop, and retain trust for superior results".

Introduction

Dictionary.com’s first definition of trust is “reliance on the integrity, strength, ability, surety, etc., of a person or thing; confidence.” The website prompts also that it is “the obligation or responsibility imposed on a person in whom confidence or authority is placed: a position of trust.” Both definitions imply that trust is a relationship of reliance: indeed, a relationship without trust is no relationship at all.
Trust is therefore both an emotional and a rational (cognitive, calculative, and rational) act. The emotions associated with it include affection, gratitude, security, confidence, acceptance, interest, admiration, respect, liking, appreciation, contentment, and satisfaction, all of them necessary ingredients of psychological health. The logic of it is grounded in assessments of a party’s dependability, which play a significant role in decisions to trust.
As expected, there are different intensities to trust, depending on why one grants trust and why it is accepted: knowing the different types of trust informs decision making at each ... . . . . . . . . . . . . (baca selengkapnya)


Artikel Lengkap dikompilasi oleh/ HUBUNGI :
Jln. Sariasih No. 54 BANDUNG 40151
HP. 08122353284 - 087822984716  Telp/Fax. 022-4267749
PIN BBm : 27CBC148      
-------------------------------------------------------------


Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :

Competition Fosters Trust

by : STEFFEN HUCK, GABRIELE K. LÜNSER AND JEAN-ROBERT TYRAN
Published by : JEL Codes: C72, C92, D40, L14, October 2007. pp. 1-26

Abstract
We study the effects of reputation and competition in a stylized market for experience goods. If interaction is anonymous, such markets perform poorly: sellers are not trustworthy, and buyers do not trust sellers. If sellers are identifiable and can, hence, build a reputation, efficiency quadruples but is still at only a third of the first best. Adding more information by granting buyers access to all sellers’ complete history has, somewhat surprisingly, no effect. On the other hand, we find that competition, coupled with some minimal information, eliminates the trust problem almost completely.
Keywords: Experience Goods; Competition; Reputation; Trust; Moral hazard;Information conditions

1. Introduction
Lack of trust and moral hazard are widely seen as serious impediments to economic efficiency and growth. In this paper, we study two remedies against these obstacles: reputation and competition. Using experimental methods we isolate the partial effects of both and obtain surprisingly unambiguous results. Identification of sellers, as a prerequisite for reputation building, has strong positive effects but fails to overcome the moral hazard problem. Adding more information by granting buyers access to all sellers’ complete history has, somewhat surprisingly, no effect. With full public information efficiency remains at just around 30% of the first best. On the other hand, we find that competition, coupled with minimal information, eliminates the trust problem completely. As long as buyers can identify sellers, competition is sufficient to achieve almost full efficiency.
We implement a repeated binary trust .. . . . . . . . . . . . . (baca selengkapnya)


Artikel Lengkap dikompilasi oleh/ HUBUNGI :
Jln. Sariasih No. 54 BANDUNG 40151
HP. 08122353284 - 087822984716  Telp/Fax. 022-4267749
PIN BBm : 27CBC148      
-------------------------------------------------------------

Butuh Artikel/Jurnal Lainnya ?, click di :